SD PANCASILA 45. All Rights Reserved. Powered by Blogger.
Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts
02 July 2014

Kutipan Laporan Pengaduan Online Mengenai Dana BOS di Kota Surabaya

Di bawah ini merupakan kutipan laporan pengaduan online mengenai Dana BOS di Kota Surabaya selama periode tahun 2012 s.d. 2014 yang diterima Tim BOS Pusat dan disertai jawaban dari TIM BOS Pusat. Selamat membaca! 



Di Posting Jumat, 4 April 2014 Oleh hindarto, jln dukuh menanggal I/3, 08175111095
SDN DUKUH MENANGGAL III/551 SURA, Kota Surabaya, Jawa Timur

saya orang tua murid dan anggota komite sekolah.tertutup tdk ada kerjasama laporan keuangan dari pihak sekolah dengan komite sekolah.komite siluman dibentuk dan hanya pada saat dana dari BOPDA atau BOPNAS DICAIRKAN.komite dibentuk tapi tdak diaktifkan.stempel komite sekolah dipegang oleh TU sekolah. tim audit keuangan dari diknas prov masih bisa diakali/dimanipulasi data oleh pihak sekolah.masih banyak bukti lain jika serius menanggapi.


Tim BOS Menjawab:
Jumat, 16 Mei 2014
Jika ada indikasi indikasi penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS, agar dilaporkan kepada instansi pengawas fungsional atau lembaga lainnya (kepolisian)dan Dinsa Pendidikan diwilayah anda, kami pihak pusat juga akan mencatat keluhan saudara dan akan kami sampaikan kepada pihak yang berhak memeriksa sekolah tersebut.. Terima kasih..

Di Posting Selasa, 1 April 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN Wonokromo I No. 390, Kota Surabaya, Jawa Timur
Terimakasih kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang telah menindaklanjuti pengaduan yang pernah saya tulis, dengan melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap saya dan pihak sekolah. saya berharap agar terjadi perubahan yang lebih baik, seperti semboyan kota Surabaya yang "Clear and Clean", dan jika ditemukan kesalahan supaya segera dibetulkan, jika ditemukan penyimpangan supaya segera diluruskan dan jika ditemukan pelanggaran supaya ada sanksi yang sesuai...sehingga pendidikan di Kota Surabaya semakin maju, dan Misi Kota Surabaya untuk menjadi Barometer Pendidikan akan terwujud..... Salam Perjuangan......!!!!! MERDEKAAAAAA.............!!!!

Di Posting Jumat, 21 Februari 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN KEJAWAN PUTIH, Kota Surabaya, Jawa Timur
Pak kok masih ada penjualan buku LKS dan buku pelajaran di sekolah secara diam diam


Tim BOS Menjawab:
Senin, 10 Maret 2014
Trima kasih, buku LKS dpt dibiayai melalui BOPDA dan menjadi milik sekolah

Tim BOS Menjawab:
Senin, 10 Maret 2014
Terima kasih, buku LKS dapat di biayai melalui BOPDA sedangkan sebagian dana BOS dapat di belikan buku Pelajaran dan menjadi milik sekolah

Di Posting Jumat, 1 November 2013 Oleh eko hari cahyono, xxx, xxx
sd hang tuah 1, Kota Surabaya, Jawa Timur
saya mendapatkan bosnas dan bopda koq tidak sama dengan yang ada di ketentuan pemerintah dan kota sby, di mana anak saya hanya dapat bosnas sebesar 84.000/3bulan (jul,agst& sept "13) dan bopda sebesar 114.000/ 6bulan (juli s/d des "13 ? apakah saya bisa dan berhak memintah penuh sesuai aturan pemerintah pada sekolah anak saya tsb, apabila pihak sekolah tetap tidak mau memberikan apa langkah yang harus saya lakukan ? mohon sarannya, terimakasih sebelumnya.


Tim BOS Menjawab:
Senin, 11 November 2013
terima ksih,untuk masalah yang bapak lporkan suilahkan konsultasikan dengan pihak sekolah dan tim BOS kabupaten/kota setempat,tks

Di Posting Senin, 21 Oktober 2013 Oleh xxx, xxx, xxx
SD NEGERI WONOKROMO I / 390 DAN , Kota Surabaya, Jawa Timur
saya pernah mengajukan pengaduan tentang penyalahgunaan dana BOS secara online, dan sesuai saran dari pihak pengaduan BOS online, agar mengirimkan data konkrit (disertai bukti-bukti terkait dengan kasus tersebut). hal tersebut sudah saya lakukan dengan menyerahkan berkas pengaduan saya ke sekretaris dinas pendidikan kota Surabaya. tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya. yang ingin saya tanyakan : Apakah akan ada tindak lanjut dan sanksi yang akan diberikan kepada kepala sekolah yang melakukan pelanggaran terhadap penggunaan dana BOS ? Apakah masih ada komitmen dari pimpinan dan penyelenggara pemerintahan untuk memberantas korupsi? ataukah "ANTI KORUPSI" hanya merupakan "slogan" tanpa "arti"?. Trus kemana selanjutnya pengaduan itu harus disampaikan? Saya sangat berharap, masih ada pemimpin-pemimpin bangsa ini yang bukan sebagai "pemimpi" sehingga masih "melek mata" dan "melek hati"......


Tim BOS Menjawab:
Jumat, 1 November 2013
terima kasih informasinya.untuk pengaduan online silahkan ke manajemen BOS pusat,apabila ada bukti yang kuat ada pelanggaran silahkan laporkan ke pengawas internal dan eksternal yang ada di daerah,tks

Di Posting Jumat, 11 Oktober 2013 Oleh xxx, xxx, xxx
ID sekolah 20531857, Kota Surabaya, Jawa Timur
Bersama dengan ini kami selaku Orang tua/wali Murid menyampaikan Bahwa di satuan pendidikan SD AL-HIKMAH /NPSN 20531857 kecamatan Sukomanunggal telah banyak melakukan pelanggaran/penyimpangan yang dilakukan terhadap orang tua / walid murid berkenaan hal tersebut kami lihat karena sekolah tersebut kami mengetahui menerima Dana BOSNAS dan HIBAH BOPDA namun tetap melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Pungutan liar terhadap kegiatan Pondok Ramadhan (Bukti edaran terlampir) 2. Libur awal Ramadhan ditetapkan lebih awal tidak mengikuti kalender pendidikan Dispendik. 3. Masih ada pembayaran Bulanan SPP bagi siswa . mereka menyebutnya INFAK atau DONATUR PENDIDIKAN. 4. Menjual LKS (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Daerah, IPA, IPS, Matematika) semua harganya Rp 56.000,(lima puluh enam ribu rupiah) 5. Menjual Buku paket (excel Math/Sempoa, Komputer/TIK,) Harganya Rp 76.000, (tujuh puluh enam ribu). Padahal Buku buku tersebut untuk pelajaran extra. 6. Menjual buku penghubung Rp 5.000,- (lima ribu rupiah) 7. Biaya yang Timbul untuk siswa Kelas 6 sangat memberatkan orang tua mukai biaya les,tour, ujian nasional, try out dll. semua TELAH KAMI LAPORKAN KE DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA. KAMI TINGGAL MENUNGGU ACTION DARI DINAS.


Tim BOS Menjawab:
Jumat, 1 November 2013
terima kasih infonya,sekolah yang nendapatkan program tidak boleh melakukan dalam bentuk dan alasan apapun kepada siswa,tujuan program BOS yaitu untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu,tks

Di Posting Rabu, 11 September 2013 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN KARAH I, Kota Surabaya, Jawa Timur
Kebijakan pemerintah bahwa buku kurikulum setiap siswa akan diberikan secara gratis, dan hal tersebut juga telah disampaikan oleh kepala sekolah SDN Karah V dalam rapat bersama seluruh wali murid namun ada beberapa hal yang tidak transparan utamanya dalam alokasi pengunaan dana BOS, dan terbukti dalam pelaksanaannya setiap siswa diwajibkan membeli buku kurikulum 2013 demikian juga buku LKS, bahkan guru kelas juga memberikan ancaman berupa sanksi strap kepada siswa jika tidak memiliki buku tersebut. hal tersebut sebagian wali murid juga telah menyampaikan langsung kepada kepala sekolah namun tidak ada tindak lanjutnya justru kepala sekolah juga sering tidak berada di tempat (@info; sering bepergian ke LN). Sangat memperihatinkan, demikian mohon tindak lanjut. Terimakasih.


Tim BOS Menjawab:
Rabu, 13 November 2013
terima kasih infonya,program BOS harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel oeh tim BOS sekolah,dan sebagian dana BOS dapat dibelikan buku siswa kecuali LKS tidak dibiayai oleh dana BOS,tks

Di Posting Rabu, 28 Agustus 2013 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN RANGKA I SURABAYA, Kota Surabaya, Jawa Timur
apakah ujian CALISTUNG u/ SD kelas 4 harus membayar naskah fotocopy sebesar Rp. 15.000,- dan foto sebesar Rp. 15.000,- mohon penjelasan.


Tim BOS Menjawab:
Senin, 18 November 2013
sebagian dana BOS dapat digunakan untuk pembiayaan ulangan dan ujian termasuk untuk copy soal daN PENGGANDAAN SOAL,TKS

Di Posting Minggu, 11 Agustus 2013 Oleh xxx, xxx, xxx
SMPN 22, Kota Surabaya, Jawa Timur
Tahun ini anak saya diterima di SMPN 22 Surabaya,Beberapa waktu yang lalu anak saya diberi selembar kertas yg berisikan daftar buku yg bisa dibeli,walaupun daftar semua buku tersebut ada kolom yg bisa dipilih anatara "pesan" atau "tidak pesan",Saya pilih untuk pesan semua dan membayar tunai buku tersebut karena saya khawatir apabila anak saya nantinya tidak bisa mengikuti pelajaran apabila tidak mempunyai buku paket tersebut. Buku paket belum saya terima tetapi sudah ada pengumuman bahwa buku buku tersebut hanya berlaku sekitar 3 bulan karena sekolah harus sudah menerapkan kurikulum 2013,saya jadi bingung, saya berpikir pasti nanti saya juga harus membeli buku paket lagi. Yang ingin saya tanyakan adalah 1)apakah setiap siswa tidak memperoleh buku paket? 2)dan apakah kurikulum 2013 tidak bisa diterapkan pada tahun depan? Terimakasih

Di Posting Jumat, 2 Agustus 2013 Oleh xxx, xxx, xxx
smk tamansiswa surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur
apa yang bisa kami lakukan agar dana bos SMK Tamansiswa bisa keluar mohon dibantu


Tim BOS Menjawab:
Selasa, 6 Agustus 2013
Terimakasih atas pertanyaannya. Mohon maaf karena masalah tsb di luar wewenang kami untuk menjawabnya, sebaiknya Anda hubungi langsung Kantor Dinas Pendidikan Kota setempat.

Di Posting Rabu, 31 Juli 2013 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN kebraon 2, Kota Surabaya, Jawa Timur
Benarkah untuk biaya buku pelajaran kelas 1, setiap murid harus membayar RP.700.000,-(tujuh ratus ribu rupiah) Saya rasa ada kejanggalan karena sebelumnya di tarik biaya Rp.1.100.000,- karena banyak yg protes akhirnya pihak sekolah menurunkan biaya jadi Rp.700.000,- Kok aneh rasanya penetapan biaya buku kok bisa d tawar,apakah ini cuma permainan dari oknum guru/pihak sekolah sendiri. Mohon penjelasanya,terima kasih...!!!


Tim BOS Menjawab:
Senin, 26 Agustus 2013
ini memang bentuk penyimpangan.. karena buku mata pelajaran sudah dicover oleh BOS.. laporkan saja sekolah anak saudara ke dinas pendidikan setempat untuk dipeeriksa.. Terima kasih

Di Posting Senin, 15 Juli 2013 Oleh xxx, xxx, xxx
SD NEGERI WONOKROMO I / 390 DAN , Kota Surabaya, Jawa Timur
TERDAPAT BANYAK PENGELUARAN FIKTIF DAN TIDAK DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN (KITANSI PALSU)


Tim BOS Menjawab:
Rabu, 17 Juli 2013
Jika bukti penyimpangan sudah lengkap silahkan laporkan kepada Dinas Kab/kota setempat apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan BOS disekolah

Di Posting Kamis, 11 Juli 2013 Oleh xxx, xxx, xxx
SMK Pawiyatan Surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur
Saya informasikan ada penyelewengan dana bos yg dilakukan oleh oknum kepala sekolah dengan cara melibatkan posisi2 penting disekolah orang2 dekatnya misalnya anak,menantu,saudara yang tujuannya siapa yang melawan pasti dipecat.Dalam hal ini bayangkan dlm waktu singkat dari dulu yang biasa sekarang beli 3 mobil baru untuk anak dan istrinya dan merasa sok kebal karena walikota adalah saudaranya setiap minta uang jutaan kepada wakilnya untuk bangun rumah anak,beli tanah, dan kebutuhan lainnya yang tidak untuk sekolah.Tolong inilah kejahatan besar yang harus segera diberesi ulah oknum kepala sekolah tersebut beserta salah satu wakilnya yang punya 5 mobil baru untuk usaha rent car serta kroni2nya yang nota bene tidak punya ijasah mengajar.Dan apabila kurang cepat untuk atasi ini tidak menutup kemungkinan saya langsung ke pusat untuk masalah ini


Tim BOS Menjawab:
Kamis, 18 Juli 2013
Terimakasih atas informasinya. Namun mohon maaf kami tidak bisa menindaklanjuti informasi tsb karena di luar wewenang kami. Kami hanya menangani permasalahan dalam pelaksanaan program BOS SMP dan sederajat. Untuk itu kami sarankan agar masalah itu disampaikan langsung ke Kantor Dinas Pendidikan Kota setempat.

Di Posting Senin, 8 Juli 2013 Oleh xxx, xxx, xxx
smp N 45, Kota Surabaya, Jawa Timur
1.apa untuk seragam kita diwajibkan untuk membeli di selolah? 2. jika memang harus,knapa masi berupa kain bukan bentuk jadi, mengingat ongkos jahit yang mahal terima kasih


Tim BOS Menjawab:
Kamis, 18 Juli 2013
Terimakasih atas pertanyaannya. Setahu kami sekolah mempunyai koperasi yang menjual barang keperluan sekolah, misalnya ATK dan seragam siswa, untuk membantu memenuhi kebutuhan para anggotanya. Kami tidak bisa menjawab pertanyaan Saudara lebih jauh karena hal itu di luar wewenang kami. Karena itu kami sarankan agar pertanyaan tsb. langsung disampaikan ke Kantor Dinas Pendidikan Kota setempat.

Di Posting Jumat, 5 Juli 2013 Oleh xxx, xxx, xxx
smp negri surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur
apakah seragam sekolah harus beli di sekolah tersebut...


Tim BOS Menjawab:
Jumat, 19 Juli 2013
Terimakasih atas pertanyaannya. Juknis BOS 2013 menjelaskan bahwa dana BOS bisa digunakan untuk membelikan seragam hanya bagi siswa miskin penerima bantuan siswa miskin (BSM). Pembelian seragam siswa tidak harus dibeli di sekolah
SD PANCASILA 45 Opini
28 January 2014

Profesionalisme dalam Bekerja

Seringkali, tatkala kita mendengar kata “professional” atau “profesionalisme”, yang pertama kali timbul dalam pemikiran kita adalah sebuah profesi yang hebat, tinggi, dan membanggakan. Sehingga kaum professional dibayangkan sebagai seseorang yang memiliki pekerjaan bergengsi, mungkin dia seorang insinyur, dokter, dan lainnya.

Kali ini, kita menggunakan kata “professional” tidak identik dengan pekerjaan yang wah..!, tapi profesional yang bermakna seseorang yang melakukan fungsinya secara maksimal dengan komitmen yang penuh. Seorang guru, misalnya, jika melakukan fungsinya secara committed dan penuh tanggung jawab, maka dia dapat dikategorikan sebagai Professional Teacher.

Sebagian dari Anda mungkin telah pernah membaca rumusan etos kerja berikut ini di pintu kantor, di dinding ruang kerja, ruang rapat, meja kerja, lift, atau locker ruang ganti dsb.

1. Kerja adalah Ibadah; Aku Bekerja Serius Penuh Kecintaan
2. Kerja adalah Rahmat; Aku Bekerja Tulus Penuh Rasa Syukur
3. Kerja adalah Amanah; Aku Bekerja Benar Penuh Tanggungjawab
4. Kerja adalah Panggilan; Aku Bekerja Tuntas Penuh Integritas
5. Kerja adalah Aktualisasi; Aku Bekerja Keras Penuh Semangat
6. Kerja adalah Seni; Aku Bekerja Cerdas Penuh Kreativitas
7. Kerja adalah Kehormatan; Aku Bekerja Tekun Penuh Keunggulan
8. Kerja adalah Pelayanan; Aku Bekerja Paripurna Penuh Kerendahan hati

Selamat bekerja dengan profesional!
SD PANCASILA 45 Opini
25 November 2013

Refleksi Hari Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Selamat Hari Guru
Peringatan hari guru yang jatuh pada tanggal 25 November tahun ini bisa dijadikan momentum untuk merefleksi apa yang telah dilakukan para guru ataupun para calon guru selama ini. Guru yang dalam bahasa Jawa bisa difilosofikan sebagai seorang yang bisa digugu dan ditiru yang maksudnya dipercaya, dianut dan ditauladani. Maka timbul pertanyaan sudahkah sebagai seorang guru ataupun calon guru saat ini tutur kata atau sikap sudah bisa dipercaya, dianut dan ditauladani?

Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani yang artinya  di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan adalah sebuah kalimat yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Indonesia. Kalimat tersebut memang seharusnya menjiwai semangat mengajar dan mendidik para guru pada era sekarang.

Guru menempati posisi penting dan sentral dalam proses pendidikan (pembelajaran). Berhasil tidaknya proses transfer ilmu (kepada anak didik) dalam kegiatan belajar mengajar ditentukan salah satunya oleh guru. Oleh karenanya peran besar guru tersebut harus ditopang dengan kualitas yang mumpuni dari tenaga pengajar (guru) itu sendiri. Guru haruslah sosok yang berkualitas dan mempunyai wawasan luas dengan kemampuan membentuk SDM-SDM yang cerdas, mandiri dan bermoral. Kalau tidak, guru akan menjadi pihak yang paling sering disalahkan ketika kondisi pendidikan berada pada posisi yang memprihatinkan (meskipun sebenarnya kesalahan tersebut tidak bisa sepenuhnya kita bebankan kepada guru). Oleh karena itu seorang guru dituntut memiliki multi kompetensi, baik pedagogik, sosial, maupun profesional. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah guru harus memiliki MORALITASdan RELIGIUSITAS karena itu adalah ”benteng terakhir” pendidikan. Masih adanya oknum-oknum guru yang melecehkan dunia pendidikan dengan tindakan-tindakan mereka yang tidak bermoral dan asusila tentunya membuat kita bertanya-tanya ”Kalau gurunya sudah tidak bisa digugu dan ditiru bagaimana dengan anak didiknya?”

Di tengah usaha-usaha yang dilakukan pemerintah kota Surabaya untuk menjadikan Surabaya sebagai ”BAROMETER PENDIDIKAN NASIONAL” tentunya harus dibarengi dengan niatan yang tulus untuk bersama-sama merapatkan barisan untuk mewujudkan misi tersebut. Kita tanamkan dalam diri kita filosofi jawa ”Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe”. Oleh karena itu, momentum hari guru yang telah kita peringati hari ini semoga menjadi saat yang tepat bagi kita untuk bercermin kembali atas apa yang telah kita lakukan dan berfikir ke depan tentang apa yang harus kita perbuat untuk dunia pendidikan di negeri ini. (AA)


SELAMAT HARI GURU!



SD PANCASILA 45 Opini
22 November 2013

Opini: Sarana Belajar Komunikasi Dengan Menulis

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Kita tentunya saat ini sudah tidak asing lagi dengan istilah komunikasi, dimana terjadi hubungan interaksi atau timbal balik individu dengan individu yang lain. Komunikasi sendiri sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan tiap zaman bentuk komunikasi selalu berubah-ubah, di zaman prasejarah dulu bentuk komunikasi mungkin identik dengan gerak tubuh dan seiring waktu berlalu dan bahasa ditemukan maka bentuk komunikasi sekarang sering diucapkan dalam bentuk kalimat. 

Komunikasi saat ini juga telah semakin maju, dulu banyak masyarakat berkomunikasi dengan seseorang dengan cara menghampirinya atau bagi yang ingin berkomunikasi dengan seseorang lain kota atau lain pulau harus menulis surat dan itu dikirim melalui kantor pos, bahkan waktu diterimanya surat tersebut belum tentu tepat waktu. Saat ini dengan berkembangnya teknologi masyarakat tidak perlu lagi khawatir jika ingin menghubungi seseorang yang jauh dari tempatnya bahkan bisa lebih tepat waktu, sekarang sudah muncul handphone, internet, sosial media yang membantu seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain. Contohnya sosial media facebook yang sempat populer di tahun 2008 meskipun saat ini juga masih populer, facebook ini sangat berguna bagi kita untuk menemukan semisal teman kita yang sudah lama tidak pernah bertemu lagi dan komunikasi antar kedua individu tersebut dapat terjalin kembali. Banyak sekali sekarang masyarakat dalam berkomunikasi mengandalkan teknologi tidak seperti dulu  yang masih menggunakan alat-alat tradisional seperti kentongan. 

Perubahan ini tentu membawa dampak positif serta negatif bagi masyarakat, dampak positif dari kejadian ini adalah seseorang lebih mudah dalam berkomunikasi tentunya, seseorang lebih cepat mengirim pesan ke temannya tanpa menunggu berhari-hari lamanya. Dampak negatif dari kejadian ini seseorang menjadi ketergantungan dengan teknologi serta lebih menutup diri karena dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa bertemu secara langsung di dunia nyata sehingga membuatnya lebih sering di dalam rumahnya daripada bersosialisasi di luar. Dari dampak-dampak di atas tentu kita harus dapat menyeimbangkannya agar teknologi tidak membuat kita menjadi ketergantungan dan tentu kita harus dapat menggunakan teknologi yang selalu maju dengan pesat ini secara bijak. 

Nah, melalui tulisan ini saya mengajak teman-teman untuk belajar berkomunikasi dengan cara menuliskannya sebagai sebuah "OPINI". 


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian Opini sangat sederhana: pendapat, pikiran, atau pendirian. Namun terkadang kita sebagai seorang guru misalnya menganggap menulis sebuah karya tulis opini sebagai sebuah pekerjaan super berat lagi sulit. Padahal jika meninjau pada pengertian opini menurut KBBI tadi, seharusnya menulis opini bisa lebih mudah daripada yang kita bayangkan.
 

Dalam kehidupan sehari-hari pun sebenarnya kita sudah terbiasa untuk menghasilkan opini. Ketika ditanya ; “eh mie ayam di depan sekolah kita itu enak tidak?” Kita pasti akan menjawab dengan mudah. Enak atau tidak. Sederhana dan kelihatan tidak bisa menjadi sebuah opini bukan? Namun jika digali lebih lanjut jawaban dari pertanyaan tersebut menyimpan segudang alasan dan pendapat pribadi kita mengenai mie ayam yang ditanyakan. Jika kita menjawab “enak” kita bisa mengungkapkan berbagai alasan mengapa kita menyukai mie ayam tersebut. Mulai dari mie ayamnya sendiri, cara penyajian, pelayanan, cara pembuatan, orang yang membuat, sampai pada kondisi warung tempat jualan mie ayam. Jika kesukaan kita akan mie ayam tersebut dijabarkan mungkin butuh waktu sepuluh sampai limabelas menit.

Sekarang coba bayangkan bila “obrolan” kita tadi direkam dan ditulis. Tentu akan menjadi sebuah tulisan yang berlembar-lembar bukan? Tidak peduli apakah kita menyukai atau tidak menyukai akan suatu hal, alasan yang mendasari pikiran kita tersebut sebenarnya bisa kita tumpahkan pada berlembar-lembar tulisan dikertas.

Hanya saja terkadang kita mungkin terkendala pada kaidah-kaidah penulisan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun menurut saya, untuk langkah awal dalam menulis opini terkadang kita perlu melanggar aturan-aturan penulisan tersebut. Bukankah ketika awal mula berbicara bahasa Indonesia kita tidak bisa langsung berbahasa Indonesia dengan kaidah-kaidah yang baku? Seiring dengan berjalannya waktu, kita berusaha memperbaiki pola bicara kita dalam berbahasa Indonesia. Seharusnya menulis opini bisa sama mudahnya jika kita mengacu pada pengertian opini diatas. (AA)

Selamat beropini ria.



SD PANCASILA 45 Opini, Tips-Trik