SD PANCASILA 45. All Rights Reserved. Powered by Blogger.
Showing posts with label Oase. Show all posts
Showing posts with label Oase. Show all posts
26 May 2017

Marhaban Yaa Ramadhan 1438 H

KHUTBAH RASULULLAH MENJELANG RAMADHAN


Marhaban Yaa Ramadhan
عَنْ سَلْمَانَ ، قَالَ : خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ ، فَقَالَ

Dari Salman Al Farisi berkata: Rasulullah berkhutbah di Akhir bulan Sya'ban. Beliau bersabda:


أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu bulan yang agung, bulan yang penuh dengan keberkahan, yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik (nilainya) dari seribu bulan, bulan yang mana Allah tetapkan puasa di siang harinya sebagai fardhu, dan shalat (tarawih) di malamnya sebagai sunah.”

مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخِصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَة فِيْمَا سِوَاهُ

“Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah di bulan ini dengan satu kebaikan (amalan sunnah), maka pahalanya seperti dia melakukan amalan fardhu di bulan-bulan yang lain. Barangsiapa melakukan amalan fardhu di bulan ini, maka pahalanya seperti telah melakukan 70 amalan fardhu di bulan lainnya.”

وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ

“Inilah bulan kesabaran dan balasan atas kesabaran adalah surga.”

وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ  

“Bulan ini merupakan bulan kedermawanan dan simpati (satu rasa) terhadap sesama. Dan bulan dimana rizki orang-orang yang beriman ditambah.”

مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ

“Barang siapa memberi makan (untuk berbuka) orang yang berpuasa maka baginya pengampunan atas dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan dia mendapatkan pahala yang sama sebagaimana yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa.”

قَالُوْا: لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يفطرُ الصَّائِمُ

Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah! tidak semua dari kami mempunyai sesuatu yang bisa diberikan kepada orang yang berpuasa untuk berbuka.”

يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةَ مَاءٍ أَوْ مَذقَةَ لَبَنٍ  

Rasulullah menjawab: “Allah akan memberikan pahala ini kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan sebiji kurma, atau seteguk air, atau setetes susu.”

وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ                                                        

Inilah bulan yang permulaannya (sepuluh hari pertama) Allah menurunkan rahmat, yang pertengahannya (sepuluh hari pertengahan) Allah memberikan ampunan, dan yang terakhirnya (sepuluh hari terakhir) Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka.”

مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ، وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa yang meringankan hamba sahayanya di bulan ini, maka Allah SWT akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka.”

وَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ، : خِصْلَتَيْنِ تَرْضْوَنِ بِهِمَا رَبَّكُمْ، وَخِصْلَتَيْنِ لَا غِنًى بِكُمْ عَنْهُمَا، فَأَمَّا الْخِصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ فَشَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لَا غِنَى بِكُمْ عَنْهُمَا فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ وَ تَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ

“Perbanyaklah melakukan empat hal di bulan ini, yang dua hal dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan yang dua hal kamu pasti memerlukannya. Dua hal yang mendatangkan keridhaan Allah yaitu syahadah (Laailaaha illallaah) dan beristighfar kepada Allah, dan dua hal yang pasti kalian memerlukannya yaitu mohonlah kepada-Nya untuk masuk surga dan berlindung kepada-Nya dari api neraka.”

وَمَنْ أَشْبَعَ فِيْهِ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِيْ شَرْبَةً لَا يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ

Dan barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa (untuk berbuka), maka Allah akan memberinya minum dari telagaku (Haudh) dimana dengan sekali minum ia tidak akan merasakan haus sehingga ia memasuki surga.”

(HR. Ibnu Huzaimah)


SD PANCASILA 45 Oase
26 June 2014

Marhaban Ya Romadhon, Marhaban Syahrush Shiyam!


Romadhon akan segera tiba, kita sambut dengan suka cita. Kita isi dengan memperbanyak ibadah sunnah, Dzikir, I'tikaf di masjid, membaca menghayati mengamalkan Al-Qur'an, sholat Tarowih berjama'ah, shodaqoh dan lain-lain. Menghindari perkara yang membatalkan puasa dan yang dapat menghapus pahala puasa, sehingga dalam Romadhon kali ini kita mendapat rahmat, ampunan, dan pembebasan dari siksa api neraka. Ketika Romadhon meninggalkan kita, kita lahir kembali sebagai bayi suci yang tak punya dosa. Amin. 

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1435 H.

Bagi teman-teman guru yang membutuhkan materi PONDOK ROMADHON 1435 H. Silahkan dowload di link download di bawah ini, Semoga bermanfaat. Amin.




SD PANCASILA 45 Oase
31 January 2014

Angan-angan dan Harapan Orang Hidup dan Orang Mati

Setiap manusia di dunia ini memiliki angan-angan yang ingin direalisasikan menjadi sebuah kenyataan. Kebanyakan angan-angan itu tertuju pada meraih jabatan tinggi, harta berlimpah, istri cantik jelita nan mempesona, rumah luas dengan fasilitas lengkap nan mewah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya yang diimpikan banyak orang.
Di sisi lain, ada si miskin yang ingin menjadi kaya raya; ada si sakit yang ingin segera sembuh dari sakitnya dan bisa kembali menikmati dunia; dan ada si kaya yang sangat benci kemiskinan tapi terus merasa dirinya miskin, sehingga semangatnya untuk menambah kekayaan tidak pernah rapuh.
Memang benar apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa angan-angan manusia di dunia tidak akan pernah habis sampai mereka masuk ke dalam kubur:
لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُوْنَ لَهُ وَادِيَانِ وَلَنْ يَمْلَأَ فَاهُ إِلَّا التُرَابُ وَيَتُوْبُ اللهُ عَلَى مَنْ تَابَ
Seandainya seseorang memiliki satu lembah emas, niscaya dia ingin memiliki dua lembah emas lagi, dan tidak ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali debu (tidak ada yang bisa menghentikan keinginannya kecuali kematian) dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat (HR. Bukhari)
Namun bagaimanapun angan-angan di dunia ini selama masih ada kesempatan, maka masih bisa di usahakan dan masih ada kemungkinan menjadi sebuah kenyataan. Yakni dengan melakukan sebab-sebab yang sudah ditetapkan oleh Allah.
Pada kesempatan ini, saya tak hendak mengajak pembaca sekalian untuk memiliki angan-angan dunia yang muluk-muluk, tapi saya hendak mengajak agar kita merenungi angan-angan sebagian orang yang sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk merealisasikannya. Angan-angan mereka sudah terputuskan dari sebab. Mereka adalah orang yang sudah meninggal dunia.
Mungkin ada yang bertanya, apa yang menjadi angan-angan mereka? Setelah melihat kenikmatan atau siksaan Allah Subhanahu wa Ta’ala terpampang di mata mereka? Masihkah mereka menginginkan kenikmatan dunia yang telah banyak menyita perhatian manusia?
Orang-orang yang sudah meninggal dunia itu bermacam-macam, ada yang baik dan ada pula yang buruk; ada yang shalih dan ada pula yang sebaliknya; ada yang ditangisi kematiannya oleh manusia dan ada pula yang diharapkan kematiannya. Masing-masing orang ini memiliki angan-angan yang berbeda. Angan-angan mereka ini telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, semisalnya :
Pertama; orang-orang shalih ingin segera di bawa ke kuburannya setelah meninggalnya;
Disebutkan dalam shahih al-Bukhari dari hadits Abi Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu:
إذَا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ : قَدِّمُونِي قَدِّمُونِي ، وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ : يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا ، يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهَا الْإِنْسَانُ لَصَعِقَ
Apabila jenazah sesorang diletakkan lalu orang-orang mengangkatnya di atas pundak-pundak mereka, maka jika orang itu baik, dia berkata; segerakanlah aku, segerakanlah aku, sedangkan jika tidak baik, ia berkata; celaka, hendak kemana mereka pergi? Ungkapan ini di dengar suaranya oleh semuanya kecuali manusia, seandainya dia juga mendengar tentu pingsan.
Kedua; Orang-orang berdoa agar kiamat dipercepat
Disebutkan dalam hadits yang panjang yang dikeluarkan imam Ahmad dalam Musnadnya bahwa ketika seorang di dalam kubur bisa menjawab pertanyaan dua malaikat kemudian datang kabar gembira dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa dia termasuk penghuni surga, maka hamba tersebut memohon agar hari kiamat dipercepat kedatangannya.
Ini adalah angan-angan orang shalih setelah melihat tempatnya di surga, padahal hari kiamat adalah hari yang tersulit dan terberat bagi manusia. Ini sangat berbeda dengan kaum munafik dan orang orang kafir. Mereka memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar hari kiamat tidak datang, padahal di dalam kubur mereka mendapatkan siksa yang sangat pedih. Namun karena mereka tahu bahwa siksa di neraka itu jauh lebih menyakitkan dan lebih pedih, sehingga mereka lebih memilih tetap disiksa di dalam kuburnya.
Ketiga; Angan-angan orang yang mati syahid
Shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sabda beliau berbunyi;
مَا أَحَدٌ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا الشَّهِيدُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ لِمَا يَرَى مِنْ الْكَرَامَةِ
“Tidak ada seorangpun yang masuk surga kemudian ingin kembali ke dunia kecuali orang yang mati syahid, dan dia tidak menginginkan apapun di dunia kecuali mati syahid. Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian terbunuh sebanyak sepuluh kali, ini disebabkan oleh kemuliaan (keutamaan mati syahid) yang dia saksikan.” (HR. Bukhori)
Inilah sebagian dari angan-angan orang yang telah melihat kemuliaannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala meski ingin kembali ke dunia, namun angan-angan mereka tidak ada hubungannya dengan dunia dan kenikmatannya sedikitpun. Mereka ingin kembali untuk menambah amalan agar kemuliaan mereka bertambah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala
Demikianlah beberapa angan-angan orang-oarng shalih yang sudah meninggal dunia, lalu bagaimana angan-angan orang yang lalai semasa hidup mereka di dunia? Diantara angan-angan mereka adalah:
Pertama, yaitu mengeluarkan sedekah.
Seseorang yang akan meninggal dunia berangan-angan untuk hidup kembali dan mengeluarkan sedekah dan menjadi orang shaleh, sebagaimana diceritakan oleh Allah dalam Alquran (yang artinya):
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?” (QS. al-Munafiqun: 10)
Ibnu Katsir rahimahullahberkata “Setiap orang yang lalai (di masa hidupnya) pasti akan menyesal di saat nyawanya akan dicabut. Ia memohon agar umurnya di perpanjang walau hanya sesaat untuk melaksanakan amal shaleh yang selama ini ia tinggalkan.”
Kedua, melaksanakan amal shaleh
Angan-angan terbesar orang yang sudah meninggal dunia adalah bisa hidup kembali dan melaksanakan amal shaleh;
حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ {99} لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata:”Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (QS. al-Mukminun: 99-100)


SD PANCASILA 45 Oase
27 December 2013

Seteguk Air di Padang Gersang

Alkisah dalam shohih Bukhori dan Muslim diceritakan bahwa ada seorang "pelacur" yang menemukan seekor anjing yang sedang kehausan dan hampir menemui ajalnya di tengah padang pasir yang luas membentang dan sengatan panasnya matahari yang membakar. Lidahnya terjulur-julur menandakan haus yang tak tertahankan. Melihat hal tersebut muncullah rasa iba dalam hati sang pelacur sehingga ia tergerak untuk memberikan pertolongan pada anjing tersebut. Ia segera melepas sepatu yang dikenakanya, lalu tanpa mempedulikan bahaya yang mungkin terjadi, ia menuruni sumur yang curam untuk mengambil air dengan sepatunya dan diminumkan kepada anjing yang kehausan itu. Akhirnya anjing itu terhindar dari maut yang mengancamnya. Dalam riwayat itu diceritakan bahwa perbuatan ini diterima sebagai amal baik di hadapan Alloh, dan berkenan memasukkan wanita itu ke dalam surga-Nya.

Saudara-saudaraku,
Betapa indahnya kisah kasih sayang ini, sekecil apapun yang kita lakukan dan bahkan oleh wanita “tuna susila” kepada hanya seekor anjingpun bisa menjadi perantara menggapai surga-Nya. Dalam kehidupan ini terkadang kita sering melupakan apa yang telah kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain, ibarat seteguk air di padang gersang.

Saudara-saudaraku,

Ketahuilah! Bahwa kita diperintah-kan oleh Alloh untuk mengeluarkan sebagian dari harta kita sebagai prasyarat sebagai orang yang bertakwa (muttaqin). Pengeluaran harta dalam Al-Qur’an ada tiga karakteristik. Pertama, wajib dan harus dikeluarkan dengan berdasarkan syarat dan ketentuan yang berlaku, inilah yang disebut zakat. Kedua, sesuatu yang bukan zakat dan hati tidak merasa berat untuk mengeluarkannya karena memang mudah, yaitu berinfak di kala senang atau ada kelapangan rizki. Ketiga, infak yang tidak wajib, tetapi hati merasa berat untuk mengeluarkanya. Inilah infak yang paling sulit, berinfak di kala kondisi susah dan kesulitan rizki. Namun pahalanya sangat besar dan orang yang melakukannya mendapat pujian dari Alloh. Gambaran ini diungkap dalam surat Ali Imron: 134, sebagai ciri khusus bagi orang yang bertakwa, yaitu berinfak di kala senang dan susah.
Bahkan dalam surat Ath-Tholaq: 7, Alloh berfirman yang artinya, “… dan orang yang disempitkan rizkinya, hendaklah ia memberikan dari harta yang diberikan Alloh kepadanya …”. Dari ayat tersebut, kita diperintahkan berinfak justeru saat lagi kesulitan uang. Subhaanalloh, Alloh tidak akan pernah mengingkari janji-Nya.
Oleh karena itu, kalau kita sedang susah dan kesulitan keuangan maka bershodaqohlah dan berinfaklah, Alloh akan mendatangkan kemudahan dan rizki dari tempat yang tak terduga, dapat menolak bala’ dan kesusahan. Kalau seseorang banyak menolong orang lain, dia akan mendapatkan buahnya dengan banyak ditolong orang lain di kala kesulitan. Barangsiapa senang berinfak dan bershodaqoh di kala senang dan susah, pasti Alloh akan menolongnya, Walloohu fii “aunil ‘abdi maa kaanal ‘abdu fii ‘auni akhiihi, Alloh selalu menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya”. Bahkan di akhir ayat 7 dari surah Ath-Tholaq, Alloh meyakinkan terhadap orang-orang yang berinfak di kala susah dengan kalimat, … sayaj’alulloohu  ba’da ‘usrin yusroo, Alloh kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan”.

Saudara-saudaraku,
Zakat, infak, dan shodaqoh merupakan ibadah yang memiliki dimensi ganda, transendental dan horisontal. Oleh karena itu zakat, infak, dan shodaqoh memiliki banyak arti dalam kehidupan manusia, terutama umat Islam, memiliki banyak hikmah, baik berkaitan dengan hubungan manusia dengan Alloh, maupun hubungan kemasyarakatan dengan manusia. Zakat, infak, dan shodaqoh merupakan ibadah maaliyah yang mempunyai fungsi kompleks sebagai bentuk pemerataan karunia Alloh, perwujudan solidaritas sosial, pembuktian ukhuwah islamiyah (persaudaraan islam), pengikat persaudaraan ummat, dan media penghubung antara golongan kuat dan lemah.
Sungguh kebanyakan diantara manusia tidak memahami betul manfaat Zakat, infak, dan shodaqoh, karena yang ada dalam pikiran mereka adalah ketakutan akan berkurang hartanya jika dikeluarkan untuk bershodaqoh atau berbagi dengan sesama yang kurang beruntung. Padahal Rosululloh SAW bersabda: “Siapapun yang dibuat kaya oleh Alloh dan tidak membayarkan zakat kekayaannya, maka pada hari kiamat kekayaannya akan diubah menjadi ular beracun dengan dua tanda hitam di atas matanya. Ular itu akan melilit lehernya dan berkata, ‘Akulah kekayaanmu, akulah hartamu’. Kemudian Nabi Muhammad SAW membacakan ayat (artinya): ‘Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan’. QS. Ali Imron: 180.” (HR. Bukhori).
Namun bagi orang yang beriman dan yakin akan janji Alloh, mereka tidak pernah merasa ragu dan khawatir untuk membelanjakan hartanya di jalan Alloh. Bahkan mereka meyakini bahwa apa yang mereka keluarkan akan dibalas dan diganti oleh Alloh dengan balasan yang berlipat ganda. Tidakkah kita sering mendengar ayat Alloh: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir (berbuah) seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh: 261)

Saudara-saudaraku,
Masihkah kita ragu dan sangsi dengan janji Alloh? Ataukah kita telah menutup mata hati kita dan berpaling dari ayat-ayat Alloh? Hati yang di dalamnya ada tauhid Alloh, mengerti tentang Alloh, mencintai-Nya, beriman kepada-Nya, dan membenarkan janji-Nya tidak akan pernah merasa ragu dan sangsi. Dan Alloh memberikan pertolongan-Nya kepada yang dikehendakinya. “Dan kemenanganmu hanyalah dari Alloh Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Ali Imron: 126)
Syetan tidak dapat mengganggunya kecuali dengan senjata yang dimilikinya, yang denganya ia masuk dalam hati. Dalam hati seperti ini syetan mendapati senjata-senjatanya yang berupa syahwat, syubhat, khayalan-khayalan, angan-angan dusta, dan ketakutan-ketakutan yang tak beralasan yang berada dalam hati.
Saat memasukinya, syetan mendapati senjata-senjata tersebut dan mengambilnya serta menjadikannya menetap dalam hati. Apabila seorang hamba mempunyai benteng keimanan yang dapat mengimbangi serangan tersebut, dan kekuatannya melebihi kekuatan penyerangnya, maka ia akan mampu mengalahkan tipu daya syetan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Alloh semata.

Saudara-saudaraku,
Tidak ada dalam sejarah di masa lalu dan yang akan datang, bahwa orang yang membelanjakan hartanya di jalan Alloh akan jatuh miskin. Kalau harta anda ingin berkembang dan bertambah terus, maka zakatlah…!!! Insya Alloh harta anda akan bertambah dengan banyak tawaran bisnis kepada anda. Dan kalau anda kesulitan keuangan, berinfaklah…!!! Insya Alloh akan banyak teman datang membawa rizki kepada anda. Dan kalau anda ingin terbebas dari bala’ dan musibah, bershodaqohlah…!!! Insya Alloh anda tidak akan tersentuh olehnya. Buktikanlah…!!! Dengan penuh keyakinan.


SD PANCASILA 45 Oase
20 December 2013

Sebening dan Sesejuk Embun Pagi

Suatu hari, Rasulullah sedang duduk di masjid dikelilingi para sahabat. Beliau tengah mengajarkan ayat-ayat Qur’an. Tiba-tiba Rasulullah berhenti sejenak dan berkata, ”Akan hadir diantara kalian seorang calon penghuni surga”. Para sahabat pun bertanya-tanya dalam hati, siapakah orang istimewa yang dimaksud Rasulullah ini?. Dengan antusias mereka menunggu kedatangan orang tersebut. Semua mata memandang ke arah pintu.

Tak berapa lama kemudian, seorang laki-laki melenggang masuk masjid. Para sahabat heran, inikah orang yang dimaksud Rasulullah? Dia tak lebih dari seorang laki-laki dari kaum kebanyakan. Dia tidak termasuk di antara sahabat utama. Dia juga bukan dari golongan tokoh Quraisy. Bahkan, tak banyak yang mengenalnya. Pun, sejauh ini tak terdengar keistimewaan dia.

Ternyata, kejadian ini berulang sampai tiga kali pada hari-hari selanjutnya. Tiap kali Rasulullah berkata akan hadir di antara kalian seorang calon penghuni surga, laki-laki tersebutlah yang kemudian muncul.

Maka para sahabat pun menjadi yakin, bahwa memang laki-laki itulah yang dimaksud Rasulullah. Mereka juga menjadi semakin penasaran, amalan istimewa apakah yang dimiliki laki-laki ini hingga Rasulullah menjulukinya sebagai calon penghuni surga?

Akhirnya, para sahabat pun sepakat mengutus salah seorang di antara mereka untuk mengamati keseharian laki-laki ini. Maka pada suatu hari, sahabat yang diutus ini menyatakan keinginannya untuk bermalam di rumah laki-laki tersebut. Si laki-laki calon penghuni surga mempersilakannya.

Selama tinggal di rumah laki-laki tersebut, si sahabat terus-menerus mengikuti kegiatan si laki-laki calon penghuni surga. Saat si laki-laki makan, si sahabat ikut makan. Saat si sahabat mengerjakan pekerjaan rumah, si sahabat menunggui. Tapi ternyata seluruh kegiatannya biasa saja. “Oh, mungkin ibadah malam harinya sangat bagus,” pikirnya. Tapi ketika malam tiba, si laki-laki pun bersikap biasa saja. Dia mengerjakan ibadah wajib sebagaimana biasa. Dia membaca Qur’an dan mengerjakan ibadah sunnah, namun tak banyak. Ketika tiba waktunya tidur, dia pun tidur dan baru bangun ketika azan subuh berkumandang.

Sungguh, si sahabat heran, karena ia tak jua menemukan sesuatu yang istimewa dari laki-laki ini. Tiga malam sang sahabat bersama sang calon penghuni surga, tetapi semua tetap berlangsung biasa. Apa adanya.

Akhirnya, sahabat itu pun pun berterus terang akan maksudnya bermalam. Dia bercerita tentang pernyataan Rasulullah. Kemudian dia bertanya,“Wahai kawan, sesungguhnya amalan istimewa apakah yang kau lakukan sehingga kau disebut salh satu calon penghuni surga oleh Rasulullah? Tolong beritahu aku agar aku dapat mencontohmu”.

Si laki-laki menjawab,” Wahai sahabat, seperti yang kau lihat dalam kehidupan sehari-hariku. Aku adalah seorang muslim biasa dengan amalan biasa pula. Namun ada satu kebiasaanku yang bisa kuberitahukan padamu.

Setiap menjelang tidur, aku berusaha membersihkan hatiku. Kumaafkan orang-orang yang menyakitiku dan aku buang semua iri, dengki, dendam dan perasaaan buruk kepada semua saudaraku sesama muslim. Hingga aku tidur dengan tenang dan hati bersih serta ikhlas. Barangkali itulah yang menyebabkan Rasulullah menjuluki demikian.

Mendengar penjelasan itu, wajah sang sahabat menjadi berseri-seri. “Terima kasih kawan atas hikmah yang kau berikan. Aku akan memberitahu para sahabat mengenai hal ini”. Sang sahabat pun pamit dengan membawa pelajaran berharga.

Kawan, kisah di atas barangkali tak lagi asing. Namun tiada rugi untuk ditutur kembali. Surga bukan hanya hak para Rosul, Nabi, wali, syuhada dan ulama. Jika kita merasa hanyalah orang kebanyakan, itu tak berarti kita tak berhak atas nikmat surga. Karena amalan kecil pun bisa menjadi kunci masuk surga. Dan ternyata kebersihan hati itu sangat besar nilainya.

Jangan pernah berputus asa atas rahmatNya. Sungguh Dia Maha Pemberi Karunia. Insya Allah, jika kita ikhlas, tulus dan mengerjakan dengan penuh cinta, Dia takkan menyia-nyiakan hamba-Nya. Wallahu a’lam.



SD PANCASILA 45 Oase
04 November 2013

Renungan Tahun Baru Hijriyah 1435 H

http://uptdbubutan.blogspot.com
Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia siakannya.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia siakannya.
Demi Allah, sesungguhnya semakin dekat ujung kehidupan kita.
Hisab semakin nyata, dan sesungguhnya Hisab Allah amatlah berat.
Saudaraku, Janganlah sia siakan nafas kita, jangan sia siakan waktu kita.
Sesungguhnya Hanya Allahlah tujuan kita…
*************************************************


Perjalanan hidup manusia, menempuh alam dunia
menghabiskan waktu, yang tiada lama

Usia bertambah makin senja, tiada terasa tak tersadar
Semakin dekatlah kematian, akan menjelang tiba

Sadarilah, usia amanah dari Ilahi
Sadarilah, ia pasti kan dimintai
Pertanggung jawabannya pada Ilahi
Sadarilah, jalani hidup ini penuh makna
Sadarilah, pastikan ia berarti diakhirat yang abadi.
*************************************************


DOA AKHIR TAHUN

Bismillaahirrahmaanirraahiim, wa shollalloohu’alaa sayyididinaa muhammaadin wa’alaa aalihi wa shohbihii wa sallama, Alloohumma maa’amiltu fii hadzihis sanati mimmaa nahaitanii’anhu falam atub minhu wa lam tardhohu wa lam tansahu wa hamiltu ‘alayya ba’da qudrotika ‘uquubati wa da’autanii ilattaubati minhu ba’da jiroo-atii ‘alaa ma’shiyatika fa-innii astaghfiruka faghfirlii bifadhlika wa maa’amiltuhu fiiha mimma tardhoohu wa wa’adtanii ‘alaihits tsawaba wa as-aluka. Alloohumma yaa kariimu yaadzal jalaali wal ikroomi antaqobbalahu minnii walaa taqtho’ rojaa-i minka yaa kiriimu wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihii wa sallama.

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau. Wahai Tuhanku, apa yang hamba perbuat sepanjang tahun ini berupa perbuatan perbuatan yang Paduka larang hamba melakukannya, sedangka hamba belum bertaubat dari padanya dan Paduka tidak meridhainya dan tidak melupakannya, dan Padukapun telah menyayangi hamba setelah Padukapun kuasa untuk menyiksa hamba, kemudian Paduka menyeru hamba untuk bertaubat setelah hamba bermaksiat kepada Paduka. Karena itu, hamba mohon ampunan dari Paduka, maka ampunilah hamba dengan Anugerah-Mu.
Dan apa yang telah hamba kerjakan ditahun ini adalah berupa perbuatan yang Paduka ridhai dan Paduka janjikan pahala atasnya, Hamba mohon pada-Mu wahai Tuhanku, Dzat Yang Maha Mulia, yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, agar Paduka terima amalan hamba dan jangan hendaknya Paduka putuskan harapan hamba dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau.”

*********


DO’A AWAL TAHUN

Bismillaahirohmaanirrohiim. wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihii wa sallama. Allohumma antal abadiyyul qodiimul awwalu wa ‘alaa fadhlikal ‘adliimi wujuudikal mu’awwali wahaadza’aamunjadiidun qod aqbala nas-alukal ‘ishmata fiihi minasysyaithooni wa auli yaa-ihi wa junuudihi wal ‘auni ‘alaa haadzihil ammaaroti bissuu-i wal istighooli bimaa yuqorribunii ilaika zulfa yaa dzal jallali wal ikroom. wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihii wa sallama.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau.
Wahai Tuhanku, Paduka adalah Dzat Yang Maha Kekal, dahulu dan Awal. Hanya denga anugrah dan kemurahan-Mu yang agung, telah datang tahun baru. Di tahun ini kami memohon pemeliharaan-Mu dari Syetan, kekasihnya dan balatentaranya, dan kami memohon pertolongan-Mu atas hawa nafsu yang mengajak kepada kejelekan, dan kami memohon kesibukan dengan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau.”

Amiin ya robbal ‘alamiin…

==============================================
SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1435 H
SEMOGA KITA MENJADI MANUSIA BARU 
==============================================

 
SD PANCASILA 45 Oase