SD PANCASILA 45. All Rights Reserved. Powered by Blogger.
Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts
01 June 2016

Jangan Mengaku "Arek Suroboyo" Kalau Belum Baca Buku "Prejengane Kutho Suroboyo"

Hari ini, udara terasa sangat panas. Kipas angin buthut tak mampu membuat dingin ruangan. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
   “Assalamu’alaikum.”
   “Wa’alaikum salam. Monggo masuk, Mas!” sapaku pada tamu itu.
   “Silahkan duduk. Ada perlu apa, Mas?”
   “Saya Slamet Setiono, dulu murid SD ini. Saya sekarang tergabung di FLP. Bu Nif ada, Pak?” Jawabnya sambil bertanya.
   “Ada, di atas ngajar anak-anak. Oh ya, FLP niku nopo, nggih?” Sambil mesam mesem, saya tanya dia.
   “FLP itu Forum Lingkar Pena, Pak. Saya mau menghibahkan buku untuk sekolah ini. Judulnya Prejengane Kutho Suroboyo.”
            Singkat cerita, setelah dia pulang, saya baca buku itu. Ada hal yang menarik dari buku ini. Buku ini adalah kumpulan tulisan anak-anak muda Surabaya tergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP) yang mengulas tradisi, asal usul, makanan khas, permainan, tarian dan aspek lain tentang Surabaya yang selama ini tak diketahui publik.
Beberapa tradisi dan kearifan lokal yang ditulis dalam buku tersebut seperti Tradisi Rebo Pungkasan, Jurang Kuping - Kupinge Sak Jurang, Pasar Maling – Malinge Wes Insyaf Rek, Iwak Peyek - Iwak Pitik, Unjung-unjung Golek Sangu Riyoyo, Uniknya Topeng Muludan, Sepo Sepi (ditulis Slamet Setiono) dan masih banyak lagi. Total ada 82 tradisi atau kearifan lokal yang dihimpun dalam buku ini.
Buku ini sekaligus menunjukkan tak sedikit dolanan dulu sangat ramah lingkungan, berbanding terbalik dengan permainan zaman sekarang yang tergantikan oleh teknologi digital.
Penggunaan bahasa Suroboyoan di seluruh tulisan memang disengaja untuk menghadirkan kesan jenaka. Tak jarang pembaca akan banyak menemukan bahasa sehari-hari Arek Suroboyo yang lucu dan penuh banyolan. Pembaca akan dibuat mesam-mesem, bahkan tertawa ngakak.
---------------------------------
Orang Surabaya memang berbeda. Setiap lawuh disebut iwak. Jadi jangan heran kalau di Surabaya iwak itu banyak sekali spesiesnya. Selain iwak mujaer dan bandeng, ada juga iwak bebek, iwak tempe, iwak soto, iwak krupuk, bahkan iwak sambel. Ada sedikit lelucon yang bisa peno simak.
Wak Kaji budhal-mulih kerjo numpak sepeda montor. Tutug prapatan, sepedae mandheg soale lampune lagi abang. Onok arek cilik ujug-ujug nyedhek.
“Paklik, Sampeyan tak bedheki. Nek Sampeyan gak iso njawab, aku kekono dhuwik sewu, yo.”
“Walah, bedhekane arek cilik ae. Yo, opo pertanyaane?”
“Iwak opo sing nang ndunyo iki mek ono rong werno, putih karo kuning?”
Wak Kaji muikir. Wedi kalah mungsuh arek cilik. Gak pekoro kalah, tapi isine iku, lho. Masio nek menang yo tetep ae gak bangga. Lha, mungsuhe jik bayi.
“Opo jawabane, Lik? Selak ijo iki lampune.”
“Yo wis, gak ngerti. Opo jawabane?” Wak Kaji ngelungi dhuwik sewu.
“Iwak endhog. Suwun yo, Lik.”
Arek cilik mau wis mlayu tuku es cao. Wak Kaji jik ndlahom nang ndhukur sepeda.


---------------------------------


Itu adalah sekelumit kisah yang ada di buku ini.
Selamat membaca, Rek!


SD PANCASILA 45 Berita
29 January 2015

Rapor MA Semester 2 Kurikulum 2013

SD PANCASILA 45 Berita, Home
08 January 2015

Verifikasi Online: Pendataan Lembaga dan Calon Peserta US/M Tahun Pelajaran 2014-2015

Dalam rangka sinkronisasi data lembaga dan calon peserta ujian sekolah/madrasah (US/M) tahun pelajaran 2014/2015 dengan ini kami informasikan beberapa hal sebagai berikut:

Pendataan Lembaga dan Calon Peserta US/M tahun pelajaran 2014/2015 secara online sudah dapat di akses di laman web http://pendataanun-jatim.org menggunakan akun sekolah masing-masing dengan cara sebagai berikut :

Nama User             :  DJTM0501XXX (XXX=Kode Sekolah)
Kata Sandi             :  12345
Kode Pengaman    :  Ketik kode ikuti besar kecilnya huruf.


Setelah berhasil melakukan login, masuk ke menu tools pilih akun saya, kemudian lengkapi field yang kosong dan ganti password (wajib). Setelah melakukan perubahan password langkah selanjutnya adalah logout, untuk kemudian login lagi dengan password yang baru. 

Verifikasi data sekolah dengan cara masuk ke menu data master - sekolah, klik menu edit periksa sub menu "general", "kontak", "kepsek", dan "rekap sekolah". lakukan perubahan apabila terdapat kesalahan dan lengkapi field yang masih belum terisi. setelah proses tersebut klik simpan. 

Verifikasi data calon peserta ujian di menu data master - siswa lengkapi field (kolom) yang masih kosong dan edit kode pararel menjadi 2 digit (contoh: 6A, 6B, 6C, ... dst atau 01, 02, 03, ... dst). 

Disarankan bahwa perubahan data siswa calon peserta US/M dilakukan secara offline melalui aplikasi BIOUN 2015, untuk kemudian diupload kembali ke pendataan online setelah dianggap valid. 

Bagi sekolah yang data siswanya belum ada maka lakukan proses upload file DBF yang sudah di input melalui aplikasi BIOUN 2015. 

Untuk kepentingan arsip sekolah tentang update data siswa peserta US/M, mohon melakukan download file DBF. Selanjutnya file DBF yang paling mutakhir (update) mohon dikirimkan ke Sub Rayon 02 Kecamatan Bubutan via email: subrayon.bubutan@gmail.com



Mengingat data tersebut sangat penting dalam rangka penyelenggaraan US/M tahun pelajaran 2014/2015 Kota Surabaya, mohon untuk dijadikan prioritas dan menjadikan data tersebut valid sebelum tanggal 16 januari 2015.


SD PANCASILA 45 Berita, Pengumuman
07 July 2014

Validasi NISN Tahun 2014

Dalam format Ijazah SD tahun 2014 mencantumkan Nomor Induk Siswa Nasional. Oleh karena itu, setiap sekolah harus memastikan kevalidan NISN yang dimiliki dengan melakukan validasi NISN di sini.

Untuk siswa tingkat 6 dan 9 harap operator sekolah memastikan siswa sudah memiliki NISN atau belum dengan melihat data siswa pada menu referensi. Jika tidak ada, pada menu residu (vervalpd.data.kemdikbud.go.id), sekolah bisa melakukan proses verifikasi dan validasi dengan melakukan pencarian data ke database PDSP (bisa dilakukan sampai 5 kali pencarian). Jika setelah dilakukan pencarian sampai 5 kali dan tidak ditemukan data yang dimaksud maka operator sekolah dapat memilih tombol Not Match untuk membuat NISN atas data siswa yang divalidasi. Terimakasih.

Panduan
  1. Jaringan Pengelola Data Pendidikan
  2. Verval SP
  3. Verval PD






SD PANCASILA 45 Berita
21 June 2014

Animasi Cermin Cekung

Animasi ini dibuat dengan menggunakan Macromedia Flash 8


SD PANCASILA 45 Berita
13 February 2014

Petunjuk Online Pendataan Ujian Sekolah Tingkat SD Tahun Pelajaran 2013-2014

http://uptdbubutan.blogspot.com/2014/02/petunjuk-online-pendataan-ujian-sekolah.html
Berkaitan dengan pendataan Ujian Sekolah SD Tahun Pelajaran 2013/2014, kami mengharap bantuan Saudara dapatnya segera melakukan proses upload data calon peserta ujian sekolah dengan cara:

1.   Buka alamat situs pendataan ujian sekolah SD http://sd.pendataanun-jatim.org/sd-jatim/login.php
2.   Untuk melakukan login
User id                        : DJTM0501XXX (XXX=Kode Sekolah)
Password                    : 123456 (default)
Kode Pengaman         : Kode acak ikuti besar kecilnya huruf.
3. Setelah berhasil melakukan login, masuk ke menu tools pilih akun saya, kemudian lengkapi field yang kosong dan ganti password (wajib).
4. Setelah melakukan perubahan password langkah selanjutnya adalah log out, untuk kemudian log in lagi dengan password yang baru. Menu Upload tidak akan muncul apabila password belum diubah.
5.  Masuk ke menu utama untuk kemudian pilih menu upload, klik “tambah” pilih file dbf yang ada di folder 05-01/Biodata aplikasi BIO UN yang format file nya dbf. Setelah bisa ditambahkan, klik “upload” maka data akan diverifikasi oleh sistem tunggu sampai muncul keterangan bahwa file sudah sukses ter upload atau belum.
6.  Apabila data sudah sukses terupload, cek ke menu data master siswa, dan selanjutnya lakukan proses update data sekolah di menu data master sekolah.
(Khusus untuk SD Negeri yang sudah di merger pastikan data siswa yang akan di upload sudah jadi satu dengan induknya, begitu juga dengan data jumlah rombel dan jumlah siswa yang ada di data master sekolah pendataan on line)
7.  Apabila data belum sukses terupload maka batalkan proses upload untuk melengkapi data yang kurang melalui aplikasi bio, untuk kemudian ulangi proses upload sampai dinyatakan berhasil.
8.  Lakukan back up data yang sudah ada di pendataan on line dengan cara download data siswa dan data sekolah. Hasil download berupa rar file, lakukan proses extract file untuk kemudian di copy-paste-replace di aplikasi BIO UN.
9.  Batas Upload data siswa 14 Februari 2014. 
10.Terima kasih dan selamat bekerja.

Hasil download mohon di emailkan ke uptdbubutan@gmail.com sebagai arsip K3S 

Demikian atas perhatian dan kerjasamanya, kami sampaikan terima kasih



SD PANCASILA 45 Berita, Pengumuman, Tips-Trik
08 November 2013

Sejarah Peristiwa 10 November 1945, Hari Pahlawan


Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. 

Kronologi penyebab peristiwa:

Kedatangan Tentara Jepang ke Indonesia
Tanggal 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati. Setelah penyerahan tanpa syarat tersebut, Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang. Masa pendudukan Jepang hanya berlangsung kurang lebih 3,5 tahun yakni setelah mereka menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu akibat dari dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut, Soekarno kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Kedatangan Tentara Inggris dan Belanda
Setelah kekalahan pihak Jepang, rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA.

Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya
Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.
Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya.

Kematian Brigadir Jenderal Mallaby
Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby
Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya, dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

Perdebatan tentang pihak penyebab baku tembak
Mobil Buick Brigadir Jenderal Mallaby yang meledak di dekat Gedung Internatio dan Jembatan Merah Surabaya
Tom Driberg, seorang Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party). Pada 20 Februari 1946, dalam perdebatan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan bahwa baku tembak ini dimulai oleh pasukan pihak Indonesia. Dia menyampaikan bahwa peristiwa baku tembak ini disinyalir kuat timbul karena kesalahpahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby yang memulai baku tembak tersebut tidak mengetahui bahwa gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi. Berikut kutipan dari Tom Driberg:
"... Sekitar 20 orang (serdadu) India (milik Inggris), di sebuah bangunan di sisi lain alun-alun, telah terputus dari komunikasi lewat telepon dan tidak tahu tentang gencatan senjata. Mereka menembak secara sporadis pada massa (Indonesia). Brigadir Mallaby keluar dari diskusi (gencatan senjata), berjalan lurus ke arah kerumunan, dengan keberanian besar, dan berteriak kepada serdadu India untuk menghentikan tembakan. Mereka patuh kepadanya. Mungkin setengah jam kemudian, massa di alun-alun menjadi bergolak lagi. Brigadir Mallaby, pada titik tertentu dalam diskusi, memerintahkan serdadu India untuk menembak lagi. Mereka melepaskan tembakan dengan dua senapan Bren dan massa bubar dan lari untuk berlindung; kemudian pecah pertempuran lagi dengan sungguh gencar. Jelas bahwa ketika Brigadir Mallaby memberi perintah untuk membuka tembakan lagi, perundingan gencatan senjata sebenarnya telah pecah, setidaknya secara lokal. Dua puluh menit sampai setengah jam setelah itu, ia (Mallaby) sayangnya tewas dalam mobilnya-meskipun (kita) tidak benar-benar yakin apakah ia dibunuh oleh orang Indonesia yang mendekati mobilnya; yang meledak bersamaan dengan serangan terhadap dirinya (Mallaby). Saya pikir ini tidak dapat dituduh sebagai pembunuhan licik... karena informasi saya dapat secepatnya dari saksi mata, yaitu seorang perwira Inggris yang benar-benar ada di tempat kejadian pada saat itu, yang niat jujurnya saya tak punya alasan untuk pertanyakan ... " 

10 November 1945
Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Mayjend. R. Mansergh
Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan/milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat TKR juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.
Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal maupun terluka.
Bung Tomo di Surabaya, salah satu pemimpin revolusioner Indonesia yang paling dihormati. Foto terkenal ini bagi banyak orang yang terlibat dalam Revolusi Nasional Indonesia mewakili jiwa perjuangan revolusi utama Indonesia saat itu.
Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.
Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) shingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.
Setidaknya 6.000 – 16.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 - 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.
Pengibaran bendera Indonesia setelah bendera belanda berhasil disobek warna birunya di hotel Yamato.
Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato, Residen Soedirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato.
Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih.
Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi.

SD PANCASILA 45 Berita